Minggu, 03 Desember 2023

Evaluasi Dampak Ice Breaker terhadap Persepsi Guru dan Siswa terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar

Ice breaker atau kegiatan pembukaan yang menarik perhatian telah menjadi bagian integral dari proses pembelajaran di sekolah dasar. Evaluasi dampaknya terhadap persepsi guru dan siswa menjadi penting untuk memahami sejauh mana kontribusi mereka terhadap proses pembelajaran. 

Pertama-tama, peran ice breaker dalam menciptakan suasana yang positif dan inklusif di kelas menjadi sorotan utama evaluasi ini. Guru melaporkan bahwa kegiatan pembukaan ini membantu menciptakan hubungan yang lebih baik antara mereka dan siswa, membangun rasa kebersamaan.

Dari sisi siswa, hasil evaluasi menunjukkan bahwa ice breaker dapat meningkatkan motivasi belajar. Para siswa cenderung lebih bersemangat dan terlibat dalam pembelajaran setelah mengikuti kegiatan pembukaan tersebut.

Selain itu, evaluasi juga menyoroti pengaruh ice breaker terhadap kreativitas dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelas. Guru melaporkan bahwa kegiatan ini merangsang imajinasi siswa dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berpartisipasi aktif.

Namun, sebagian guru menyatakan kekhawatiran terkait waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan ice breaker. Evaluasi mencatat bahwa, meskipun kegiatan ini bermanfaat, beberapa guru merasa perlu menyesuaikan durasi agar sesuai dengan rencana pembelajaran.

Sisi negatif yang muncul dari evaluasi ini adalah bahwa beberapa siswa melaporkan perasaan canggung atau malu saat berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan tersebut. Oleh karena itu, disarankan agar pendekatan ice breaker dipilih dengan hati-hati agar semua siswa dapat merasa nyaman.

Evaluasi juga mencakup umpan balik tentang jenis-jenis ice breaker yang paling efektif. Guru melaporkan bahwa kegiatan yang menantang intelektual sambil tetap menyenangkan mendapat respons positif dari siswa.

Dengan mempertimbangkan hasil evaluasi ini, sekolah dapat mengembangkan pedoman dan pelatihan tambahan untuk memaksimalkan manfaat ice breaker dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Kesimpulannya, evaluasi ini memberikan gambaran holistik tentang dampak ice breaker terhadap persepsi guru dan siswa, membuka peluang untuk penyempurnaan dan peningkatan dalam proses pembelajaran.

Menyimak hasil evaluasi, terlihat bahwa ice breaker juga memiliki dampak positif terhadap pembentukan kelompok belajar. Guru melaporkan bahwa kegiatan pembukaan ini membantu siswa merasa lebih terhubung satu sama lain, memperkuat kerjasama, dan mengurangi ketegangan sosial di dalam kelas.

Persepsi guru terhadap efektivitas pengajaran mereka juga berubah secara positif. Evaluasi menunjukkan bahwa guru yang mengintegrasikan ice breaker dalam pembelajaran merasa lebih kreatif dalam menyampaikan materi dan lebih mampu menangani tantangan pembelajaran.

Dalam konteks peningkatan komunikasi, evaluasi menyoroti bahwa ice breaker dapat menjadi sarana yang efektif untuk membuka saluran komunikasi antara guru dan siswa. Guru melaporkan bahwa siswa lebih cenderung berbicara tentang perasaan atau masalah pribadi setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Namun, evaluasi juga mengidentifikasi tantangan potensial terkait diversitas kelas. Beberapa guru menyatakan bahwa beberapa ice breaker tidak selalu sesuai dengan latar belakang atau kebutuhan siswa, sehingga perlu ada variasi dalam pilihan kegiatan pembukaan.

Sejalan dengan itu, evaluasi menunjukkan bahwa pemilihan ice breaker yang relevan dengan materi pelajaran dapat meningkatkan retensi informasi. Siswa cenderung lebih memahami konsep-konsep pembelajaran setelah terlibat dalam kegiatan pembukaan yang terkait.

Dengan menganalisis hasil evaluasi ini secara komprehensif, sekolah dapat merancang strategi implementasi yang lebih efektif untuk ice breaker. Ini termasuk penyelarasan kegiatan dengan kebutuhan siswa, penyesuaian durasi, dan pelatihan guru dalam perencanaan serta eksekusi ice breaker yang tepat.

Secara keseluruhan, evaluasi ini memberikan wawasan mendalam tentang manfaat dan tantangan penggunaan ice breaker dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, membuka pintu untuk pengembangan pendekatan yang lebih efektif dan inklusif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Dampak positif dari penggunaan ice breaker dalam proses pembelajaran di sekolah dasar melibatkan peningkatan motivasi siswa. Kegiatan pembukaan ini dapat menciptakan suasana kelas yang positif, merangsang imajinasi siswa, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam diskusi kelas. Guru juga melaporkan bahwa ice breaker membantu membangun hubungan yang lebih baik antara mereka dan siswa, serta merangsang kreativitas siswa.

Di sisi lain, ada beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa melaporkan perasaan canggung atau malu saat berpartisipasi dalam ice breaker, menunjukkan bahwa pendekatan ini mungkin tidak sesuai dengan semua siswa. Selain itu, ada kekhawatiran dari beberapa guru terkait waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan ice breaker, yang bisa mengganggu rencana pembelajaran. Evaluasi juga mengidentifikasi tantangan terkait diversitas kelas, dengan beberapa kegiatan pembukaan tidak selalu sesuai dengan latar belakang atau kebutuhan siswa.

Meskipun demikian, evaluasi menyatakan bahwa dengan pemilihan ice breaker yang relevan dan pemahaman yang cermat terhadap kebutuhan siswa, dampak positif dapat ditingkatkan, dan dampak negatif dapat diminimalkan. Sejalan dengan itu, pengembangan panduan dan pelatihan tambahan dapat membantu sekolah memaksimalkan manfaat ice breaker dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar.

Dampak positif lainnya dari penggunaan ice breaker adalah perubahan persepsi guru terhadap efektivitas pengajaran mereka. Guru yang mengintegrasikan kegiatan pembukaan ini merasa lebih kreatif dalam menyampaikan materi, mampu menangani tantangan pembelajaran, dan merasakan peningkatan dalam kualitas komunikasi dengan siswa. Selain itu, ice breaker dapat memperkuat kerjasama antara siswa, membentuk kelompok belajar yang solid, dan mengurangi ketegangan sosial di kelas.

Di sisi negatif, evaluasi juga mencatat bahwa beberapa siswa dapat merasa terpapar atau canggung, menunjukkan bahwa perlu pemilihan kegiatan pembukaan yang mempertimbangkan keberagaman dalam kelas. Beberapa guru juga menyuarakan kekhawatiran terkait durasi ice breaker yang dapat mengganggu rencana pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara manfaat dan pengelolaan waktu.

Secara keseluruhan, dampak positif ice breaker dalam memperbaiki hubungan antara guru dan siswa, meningkatkan motivasi, dan membentuk kelompok belajar yang solid menjadi nilai tambah. Meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, evaluasi menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk meningkatkan efektivitas penggunaan ice breaker dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang bijaksana, manfaat positif dapat ditingkatkan, sementara dampak negatif dapat diminimalkan, menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih positif dan inklusif.

Evaluasi dampak ice breaker terhadap persepsi guru dan siswa terhadap proses pembelajaran di sekolah dasar memberikan wawasan mendalam tentang peran dan efektivitas kegiatan pembukaan ini. Dampak positif melibatkan peningkatan motivasi siswa, pembentukan kelompok belajar yang solid, dan perubahan positif dalam persepsi guru terhadap kualitas pengajaran. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada dampak negatif seperti perasaan canggung siswa dan tantangan terkait waktu untuk guru.

Dalam mengakhiri evaluasi ini, penting untuk mengakui bahwa ice breaker dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan proses pembelajaran di sekolah dasar. Dengan memahami hasil evaluasi, sekolah dapat mengembangkan panduan dan pelatihan tambahan untuk memaksimalkan manfaat ice breaker, sambil meminimalkan dampak negatifnya.

Selain itu, upaya untuk memilih kegiatan pembukaan yang relevan dengan kebutuhan dan latar belakang siswa menjadi kunci keberhasilan. Pendekatan yang bijaksana dalam pengelolaan waktu juga menjadi faktor kritis untuk menghindari gangguan terhadap rencana pembelajaran.

Sejalan dengan kesimpulan evaluasi, ice breaker dapat menjadi alat yang berharga dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif, inklusif, dan memotivasi di sekolah dasar. Dengan terus mengkaji dan menyesuaikan pendekatan, sekolah dapat memastikan bahwa ice breaker menjadi elemen yang memperkaya pengalaman belajar dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan dengan lebih efektif.

Sumber dan Referensi:

1. Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Joining Together: Group Theory and Group Skills (12th ed.). Pearson.

2. Kagan, S. (1994). Cooperative Learning. Kagan Cooperative Learning.

3. National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. NCTM.

4. Tanner, K. D. (2013). Structure Matters: Twenty-One Teaching Strategies to Promote Student Engagement and Cultivate Classroom Equity. CBE—Life Sciences Education, 12(3), 322–331.

5. Hattie, J. (2009). Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement. Routledge.

6. Marzano, R. J. (2007). The Art and Science of Teaching: A Comprehensive Framework for Effective Instruction. ASCD.

7. Nilson, L. B., & Goodson, L. A. (2017). Online Teaching at Its Best: Merging Instructional Design with Teaching and Learning Research. Jossey-Bass.

Catatan: Evaluasi ini didasarkan pada literatur ilmiah, buku teks, dan pedoman pengajaran yang relevan dalam mendukung penggunaan ice breaker dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Beberapa informasi dapat berubah seiring waktu, dan rekomendasi tambahan dapat diperoleh melalui penelitian lanjutan.

Minggu, 23 Juli 2017

Membuat footer dan daftar isi otomatis di microsoft word


Selamat malam sobat blogger kali ini saya bakalan memberikan trik bagaimana membuat Daftar isi otomatis tanpa mengetik di Microsoft office word. Hal seperti ini sering kita lakukan saat mebuat skripsi, makalah, karya ilmiah dan sebagainya. Buat anda yang ingin belajar bagaimana cara meembuatnya langsung saja ke TKP :D.

Langkah pertama siapkan data yang kita akan buat daftar isi nah kali ini saya akan mencoba memberikan contoh dengan File dokumen KTSP SD Inpres Be’lang.

Buat halaman terlebih dahulu, bisanya halaman daftar pustaka daftar isi lembar pengesahan itu ditandai dengan angka romawi (I,ii,iii,dst) dan halaman BAB I, BAB II, BAB III dst ditandai dengan angka.

Langkah Pertama yang kita harus lakukan yaitu dengan memastikan kita telah membuat halaman di footer kita dengan cara Klik Insert kemudian klik Footer pilih banded (lihat gambar)

Setelah footer terbuka pastikan pada tab atas Microsoft word anda berada pada design, kemudian klik Page Number dan klik Format Page Number untuk merubah jenis Number formatnya. (lihat gambar)

Pada Kolom Number format pilih angka romawi kemudian Klik O.K ( Lihat Gambar)

Selanjutnya anda tinggal merubah format font border ada dengan cara blok border yang telah kita buat, klik Home kemudian pada styles klik No Space (lihat gambar)

Nah sekarang halaman dengan angka romawi sudah selesai kita buat. Sekarang kita akan membuat halaman dengan angka normal. Nah yang jadi masalah banyak diantara kita tidak mengetahui cara menggabungkan halaman dengan angka romawi (I,ii,iii,dst.) dan halaman dengan normal (1,2,3,dst.) namun jangan khawatir setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Hehehehe…

Pada page terakhir yang telah kita buat footer klik layout klik panah kiri yang terletak pada sudut kanan bawah Page Setup.

Ubah Aply to: Whole Document menjadi This Point Forward kemudian klik OK nah secara otomatis akan terbuka page baru dengan footer -section 2. (lihat gambar)

Nah sekarang anda tingal merubah footernya dengan langkah langkah seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Sebelum tekan O.K ubah dulu Number formatnya menjadi 1,2,3… kemudian pada Page Numbering klik start at: dan rubah menjadi angka 1 agar halamannya bermula dengan angka 1 (lihat gambar)

Sekarang anda tinggal mengatur Isi BAB I agar berada pada halaman 1

Baiklah sekarang kita masuk pada pembahasan selanjutnya yaitu mebuat daftar isi otomatis

Blok BAB I klik Home Klik panah bawah pada styles

Klik Creat a style untuk mebuat styles baru

Ubah Style1 Menjadi Bab kemudian klik OK

Blok Latar belakang kemudian buat styles baru dengan judul sub bab caranya sama seperti langkah diatas

Sekarang kita sudah mempunyai dua styles baru yaitu BAB dan Sub BAB

Blok Halaman Pengesahan kemudian Pada styles klik styles BAB yang sudah kita buat tadi, begitu juga dengan Kata Pengantar, Daftar Isi, BAB II, III, dst.

Langkah Selanjutnya Kita blok satu persatu Sub Bab yang ada pada setiap Bab kemudian pada stylesnya klik Style yang Sub Bab yang sudah kita Buat tadi.

Setelah Semuanya sudah anda blok dengan benar langkah selanjutnya kita menuju ke page daftar isi yang masih kosong Klik References Kemudian Klik Table of Contens selanjutnya klik costum table of Contens…

Pada Show Levels ubah menjadi angka 1 Kemudian Klik Options. Pada bagian Table of Contens Options Hapus angka 1 yang berada pada Heading 1

Masih pada bagian Pada bagian Table of Contens Options Cari BAB isi dengan angka 1 kemudian pada bagian SUB BAB kamu isi dengan Angka 2 Klik OK pada Table of Contens Options kemudian Klik OK juga pada Table of Contens.

Nah Sekarang sudah jadi dan anda tinggal menagatur tabnya agar halaman dan yang lainya sejajar. (lihat Gambar)

Selain Lebih rapi kelebihan kelebihan daftar isi otomatis yang kita buat memudahkan and ajika ingin mengedir isi conten yang anda buat. Cukup dengan membuka daftar isi cari sub babnya tekan tombol Ctrl+klik Subbab yang akan kita buka maka secara otomatis kita akan menuju subbab tersebut tanpa harus mencari satu persatu pada tiap page.

Tutor ini saya buat menggunakan Microsoft Office 2016. Namun cara membuat daftar isi otomatis seperti ini juga bisa anda lakukan di Microsoft Office Word 2007, 2010, dan 2013.

Demikian Tutorial kali ini Semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Sabtu, 17 Juni 2017

Membuat Drop Down List di Microsoft Exel

Selamat malam sahabat, kali ini saya akan memberi sedikit tips bagaimana membuat dropdown list di Microsoft exel. Seperti gambar dibawah ini

Ada dua acara untuk membuat dropdown list di Microsoft exel
Cara Pertama :
Buat dulu daftar yang akan kita masukkan di dropdown list. Sebagai contoh saya akan membuat daftar golongan Pegawai Negeri Sipil. (lihat gambar)
Klik Data kemudian klik Data Validation
Pada menu Data Validation klik Setting, Ubah Any Value menjadi List (lihat gambar)
Selanjutnya pada kolom Source: ketik sama dengan (=) kemudian blok data list yang sudah anda buat tadi. Kemudian klik Ok
Sampai disini dropdown list telah selesai kita buat namun ada langkah lain yang bisa kita lakukan untuk membuat dropdown list pada Microsoft exel
Cara kedua :
Klik data, kemudian klik data validation,
Ubah Any Value menjadi list
Pada kolom Source ketik daftar list yang akan anda masukkan di drop down list tanpa tanda sama dengan (=), Jangan lupa pisahkan setiap data list yang anda buat dengan tanda koma (‘) contoh saya akan membuat drop down list pangkat pegawai -,II/a,II/b,II/c,II/d,III/a,III/b,III/c,III/d,IV/a,IV/b,IV/d, kemudian klik OK.
Nah demikian tips kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa follow blog saya dan share postingan ini ke social media yang anda punya. Terimakasih

Selasa, 18 April 2017

Cara menjadikan Flashdisk sebagai Drivers untuk install windows

Pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit tips bagaimana cara mengubah Floppy Disk menjadi drivers pengganti CD/DVD untuk menginstal ulang komputer. Sebagaimana kita ketahui biasanya menginstal ulang laptop, computer memerlukan CD/DVD namun apabila Floppy Disk Laptop atau Komputer anda bermasalah atau tidak mempunya Floppy Disk, anda bisa menggunakan Flashdisk yang anda punya menjadi Drivers Windows. Mau tau caranya langsung saja kita ke TKP :-D

  1. Siapkan Dulu Flasdisk Minimal berkapasitas 8 Gb.
  2. Flashdisk yang anda sediakan harus Kosong, jika ada data yang tersimpat di Flashdisk, sebaiknya anda backup atau salin terlebih dahulu ke laptop, computer, atau perangkat lain yang biasa anda gunakan untuk menyimpan data.
  3. Siapkan Windows dalam bentuk file ISO Image. Pada postingan ini saya tidak akan membahas dimana kita mendapat Drivers Windows dalam bentuk file ISO atau bagaimana cara membuatnya.
  4. Download Rufus USB-tool disini
  5. Rufus USB-tool adalah aplikasi portable yang bisa didownload secara gratis
  6. Setelah anda berhasil mendownload Rufus USB-tool silahkan matikan terlebih dahulu antivirus di Komputer anda karena beberapa antivirus membaca Rufus USB-tool sebagai virus,
  7. Buka folder tempat anda menyimpan hasil uduhan
  8. Colok Flashdisk anda terlebih dahulu ke laptop
  9. Klik dua kali Rufus 2.12.exe yang sudah anda download
  10. Agar lebih memudahkan anda bekerja setting terlebih dahulu pengaturan bahasa di aplikasi Rufus USB-tool dengan cara melakukan klik pada panah bawah yang terletak di pojok atas kanan aplikasi.
  11. Rubah Sistem Aplikasi Menjadi NTFS Jika sebelumnya Sistem Aplikasi Flash disk anda sudah NTFS itu berarti anda sudah tidak perlu lagi merubahnya.
  12. Klik Logo Segitiga yang ada disamping Opsi Format untuk membuka Opsi Lanjutan
  13. Lakukan centang kotak pada Opsi Lanjutan seperti yang ada pada gambar.
  14. Ubah FreeDOS Menjadi ISO Image
  15. Klik Gambar Logo disk yang terdapat disamping ISO Image Kemudian Pilih Windows yang berbentuk File ISO Image yang sudah anda persiapkan sebelumnya dan klik open
  16. Kilik tombol mulai dan akan muncul Sebuah Peringatan klik OK tunggu hingga proses selesai.
  17. Setelah selesai anda sudah bisa menggunakan Flashdisk yang anda punya untuk menginstal ulang Laptop atau Komputer anda.
Demikian tutor kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah seditik wawasan anda tentang bagaimana Cara menjadikan Flashdisk menjadi Drivers untuk install windows.

Rabu, 12 April 2017

VIDEO : PESAN TERAKHIR

Selamat sobat blogger, kali ini saya bakal share video Puisi hasil kerjaan saya malam ini. Puisinya saya ambil dari salah satu blog milik saya (f4ndhy.blogspot.com) dengan judul Pesan Terakhir.

Musik backgroudnya adalah karya saya sendiri yang saya buat sekitar bulan desember 2016 dan saya kasi Judul The battle for love (Instrumental).





Puisi : Pesan Terakhir By Ahmad Afandi
Musik Background : The battle for love (Instrumental) By Ahmad Afandi

Visit My Blog : f4ndhy.blogspot.com

Terima kasih sudah menonton Jangan lupa klik Like pada Video dan Subscribe My Youtube Channel